Kamis, 08 November 2012

Tempayan Retak



Seorang Ibu di Cina yg sdh tua memiliki 2 buah tempayan yg digunakan utk mencari air, yg dipikul di pundak dgn menggunakan sebatang bambu.

Salah satu dr tempayan itu retak, sedangkan yg satunya tanpa cela & selalu memuat air hingga penuh.


Setibanya di rumah stlh menempuh perjalanan panjang dr sungai, air di tempayan yg retak tinggal 1/2. Selama 2 thn hal ini berlangsung setiap hari, dmn ibu itu membawa pulang air hanya 1- 1/2 tempayan.

Tentunya si tempayan yg utuh sangat bangga akan pencapaiannya. Namun tempayan yg retak merasa malu akan kekurangannya & sedih, sebab hanya bisa memenuhi 1/2 dr kewajibannya.

Setelah 2 thn yg dianggapnya sbg kegagalan, akhirnya dia berbicara kpd ibu tua itu di dekat sungai. “Aku malu, sebab Air selalu bocor melalui bagian tubuhku yg retak di sepanjang jalan menuju ke rumahmu.”

Ibu itu tersenyum, “Tidakkah kau lihat bunga beraneka warna di jalur yg kau lalui, namun tidak ada di jalur yg satunya?

Aku sdh tahu kekuranganmu, jd aku menabur benih bunga di jalurmu & setiap hari dlm perjalanan pulang kau menyirami benih2 itu. Selama 2 thn aku bs memetik bunga2 cantik utk menghias meja.

Kalau kau tdk seperti itu, maka rumah ini tdk se indah ini, sebab tdk ada bunga.” Kita semua mempunyai kekurangan masing2, namun keretakan & kekurangan itulah yg menjadikan hidup kita bersama menyenangkan & memuaskan.

Kita hrs menerima setiap orang apa adanya & mencari yg terbaik dlm diri mereka. Rekan2 sesama tempayan yg retak, semoga hari kalian menyenangkan. Jgn lupa mencium wanginya bunga2 di jalur kalian.

Read more…

Kisah 4 lilin



Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.”
“Namun manusia tak mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.”
“Sayang aku tak berguna lagi.”
“Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:
“Aku adalah Cinta.”
“Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.”
“Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.”
“Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:
“Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata: " Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya,"
“Akulah HARAPAN.”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali semangat untuk menggapai harapannya...

Read more…

Kisah Pohon Bambu



Dahulu kala ada seorang pemuda yang memutuskan untuk menyerah, ia dipecat dari pekerjaannya, ditinggalkan istri yang dicintainya, dan mulai memalingkan dirinya dari Tuhan. Ia bahkan berfikir untuk mengakhiri hidupnya. Sambil berjalan ke dalam hutan yang rimbun
untuk merenungi nasibnya, ia berkata kepada Sang Pencipta, “Ya Tuhan dapatkan Engkau memberi satu alasan kuat sebelum

aku
mengakhiri hidupku?”

Lalu tiba2 Hutan Lebat itu yang malah bersuara, “Hai manusia, mengapa engkau mengutuk dirimu sendiri dan Tuhanmu?”.
lalu anak muda balik bertanya, “Wahai Hutan, apakah engkau dapat memberiku alasan mengapa aku harus terus hidup?”.
Sang Hutan itu menjawab, “Tentu saja. wahai anak muda, apakah engkau melihat sekeliling tanaman dan pohon-pohon bambu itu?”.
“Ya.” jawab anak muda itu.

Sang Hutan berkata, “Ketika saya menanam benih tanaman dan bambu, saya sangat memperhatikan mereka.
Saya meminta sang surya untuk menyinari dan awan untuk memberikan hujan yang cukup.”

“Tanaman hijau lainnya tumbuh dengan pesat memadati hutan, namun tidak ada yang tumbuh dari benih bambu yang aku tanam,
namun aku tidak menyerah. Pada tahun kedua tanaman hijau terus tumbuh dengan suburnya, namun sekali lagi benih bambu tidak bertumbuh. Namun aku tetap tak mau menyerah.”

“Pada tahun ketiga dan keempat hal yang sama terjadi, di mana pohon yang lainnya semakin lebat. Namun aku tetap tak mau berhenti.”

“Dan keajaiban mulai muncul pada tahun kelima, benih bambu mulai muncul dari permukaan tanah. Sayangnya jika dibandingkan dengan tumbuhan hijau lainnya, pertumbuhan ini sangat kecil dan tak berarti. Namun aku tetap meminta awan untuk terus menyirami dan Surya untuk terus menyinarinya.”

“Dan keajaiban baru benar-benar terjadi pada enam minggu berikutnya, secara tak terduga pohon bambu itu pohon bambu itu telah berdiri tinggi menjulang lebih dari 30 meter. Dan ternyata, selama lima tahun sang benih bambu itu tumbuh ke bawah untuk memperkuat akarnya menghujam ke dalam tanah. karena untuk pertumbuhan yang besar diperlukan akar yang kuat.”

“Demikian juga dengan kegagalan dan kemalangan yang kamu alami selama ini, hal tersebut bermaksud untuk mempersiapkan dirimu untuk menjadi kuat dan kokoh. aku saja tidak akan berhenti berkarya terhadap pohon bambu, apalagi Tuhan terhadap kamu.
Jangan membandingkan dirimu dengan orang lain, masing-masing orang telah dibentuk berbeda oleh Sang Pencipta. Akan tiba waktunya kamu akan tumbuh seperti pohon bambu tersebut.”

Read more…

Telur Ayam Dan Sepotong Tempe Gosong



Suatu malam, ibu yang bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam untuk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.

Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telur gorengnya sedikit gosong!
Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sudah habis.
Kami menunggu dengan tegang apa reaksi ayah yang pulang kerja pasti sudah capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.

Luar biasa! Ayah dengan tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan ibu dengantersenyum, dan bahkan berkata, “Bu terima kasih ya!” Lalu ayah terus menanyakan kegiatan saya dan adik di sekolah.

Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar ibu meminta maaf karena telur dan tempe yang gosong itu dan satu hal yg tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan:
“Sayang, aku suka telur dan tempe yang gosong.” Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada ayah, saya bertanya "apakah ayah benar-benar menyukai telur dan tempe gosong?"
Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya dan berkata, “Anakku, ibu sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar sudah capek, Jadi telur dan tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun kok!”

Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya;
"Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi. Ingatlah emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada, jadi selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasannya sendiri. Janganlah kita menjadi orang yg egois hanya mau dimengerti, tapi tidak mau mengerti. Janganlah meminta segala sesuatu yang sempurna jika diri kita belum pernah menjadi sempurna untuk orang lain."

Read more…

Kendi Dan Pompa Air



Seorang pria tersesat di gurun pasir, ia hampir mati kehausan dan akhirnya ia tiba di sebuah rumah kosong. Di depan rumah tua tanpa jendela dan hampir roboh, terdapat sebuah pompa. Segera ia menuju pompa itu dan mulai memompa sekuat tenaga, tapi tidak ada air yang keluar.

Lalu ia melihat ada kendi di sebelah pompa itu dengan mulutnya tertutup gabus & tertem
pel kertas dengan tulisan, "Sahabat, pompa ini harus dipancing dengan air terlebih dahulu. Setelah Anda mendapatkan airnya, mohon jangan lupa mengisi kendi ini lagi sebelum Anda pergi."

Ia mencabut gabusnya & ternyata kendi itu berisi penuh air. "Apakah air ini harus dipergunakan untuk memancing pompa? Bagaimana kalo tidak berhasil? Maka tidak ada air lagi. Bukankah lebih aman saya minum airnya dulu daripada nanti mati kehausan kalau ternyata pompanya tidak berfungsi? Lalu untuk apa menuangkannya ke pompa karatan hanya karena instruksi di atas kertas kumal yang belum tentu benar?" Pikirnya.

Untung suara hatinya mengatakan bahwa ia harus mengikuti nasihat yang tertera di kertas itu sekali pun beresiko. Ia menuangkan seluruh isi kendi itu ke dalam pompa yang karatan itu dan dengan sekuat tenaga memompanya.

Benar!!

Air keluar dengan limpahnya dan ia dapat minum sepuasnya. Setelah istirahat memulihkan tenaga dan sebelum meninggalkan tempat itu, ia mengisi kendi itu sampai penuh, menutupkan kembali gabusnya dan menambahkan beberapa kata di bawah instruksi pesan itu, "Saya telah melakukannya dan berhasil. Engkau harus mengorbankan semuanya terlebih dahulu, sebelum bisa menerima kembali. PERCAYALAH !!!"

Barang siapa berhati egois dan terlampau mementingkan diri sendiri, ia tidak akan beroleh kemudahan dalam hidupnya.

Barang siapa berhati baik dan bertindak demi kepentingan orang lain maka ia akan memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya. Berkat dan damai sejahtera akan mengalir dalam hidupnya.

Read more…

3 HAL PENTING


Ada 3 Hal dalam hidup yang tidak
boleh kembali :
1. Waktu

2. Kata-kata
3. Kesempatan.

Ada 3 Hal yang dapat
menghancurkan hidup
seseorang :
1. Kemarahan
2. Keangkuhan
3. Dendam.
Ada 3 Hal yang tidak boleh
hilang :
1. Harapan
2. Keikhlasan
3. Kejujuran.

Ada 3 Hal yang paling
berharga :
1. Kasih Sayang
2. Cinta
3. Kebaikan.

Ada 3 Hal dalam hidup yang
tidak
pernah pasti :
1. Kekayaan
2. Kejayaan
3. Mimpi.

Ada 3 Hal yang membentuk
watak
seseorang :
1. Komitmen
2. Ketulusan
3. Kerja keras.

Ada 3 Hal yang membuat kita
sukses :
1. Tekad
2. Kemahuan
3. Fokus.

Ada 3 Hal yang tidak pernah
kita
tahu :
1. Rezeki
2. Umur
3. Jodoh.

TAPI, ada 3 Hal dalam hidup
yang
PASTI, yaitu :
1. Tua
2. Sakit
3. Kematian.

Read more…